Guluk-Guluk, 31 Juli 2025 LPS_MTs 1 Putri— Dalam upaya memperkuat peran wali kelas serta menyelaraskan visi dan misi madrasah dalam mendidik generasi berakhlak dan berprestasi, MTs 1 Putri Annuqayah menyelenggarakan Rapat Wali Kelas pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini dilangsungkan di ruang kelas XI Dinamis, dimulai pukul 11.30 WIB dan berakhir pada pukul 14.30 WIB.
Sebanyak 24 wali kelas dari berbagai jenjang hadir dalam rapat ini, mewakili kelas 7 Amazing hingga kelas 9 Humanis. Kehadiran mereka mencerminkan semangat dan tanggung jawab penuh terhadap perkembangan peserta didik di lingkungan madrasah. Selain itu, seluruh pimpinan madrasah turut hadir, mulai dari para Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) dari berbagai bidang, Kepala Tata Usaha (TU) beserta staf, hingga dari Bimbingan Konseling (BK).
Rapat diawali dengan sambutan hangat dari Kepala MTs 1 Putri Annuqayah, Nyai Hj. Ulfatul Hasna’, S.Ag. beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh wali kelas atas dedikasi mereka dalam menjalankan peran sebagai ujung tombak pembinaan siswa.
"Peran wali kelas tidak bisa dianggap remeh. Kalian adalah garda terdepan dalam membentuk budaya kelas yang kondusif, memantau perkembangan siswa, serta menjadi penghubung antara siswa, guru, dan orang tua," tutur Nyai Hj. Ulfatul Hasna’.
Beliau juga menjelaskan secara rinci tugas pokok dan program wali kelas, yang antara lain:
Mengatur dan membina organisasi kelas agar berjalan secara demokratis dan edukatif.
Menyelenggarakan administrasi kelas, termasuk absensi harian dan catatan perkembangan siswa.
Mengisi dan menelaah laporan hasil belajar berupa rapor siswa.
Memantau keadaan fisik, mental, dan emosional siswa secara berkala.
Mengidentifikasi perilaku siswa, baik yang perlu diapresiasi maupun dibimbing lebih lanjut.
Melakukan koordinasi aktif dengan Wakamad Urusan Kesiswaan dalam kasus siswa yang pindah atau mutasi.
Arahan ini menjadi pengingat penting bahwa wali kelas tidak sekadar sebagai pengawas kelas, melainkan juga sebagai figur sentral yang turut membentuk karakter siswa melalui pendekatan humanis dan edukatif.
Agenda penting dalam rapat ini adalah pembahasan revisi Tata Tertib Madrasah, khususnya terkait penanaman akhlak mulia dan aturan berpakaian bagi siswa. Sesi ini dipimpin langsung oleh Bapak Annas, S.Pd.I., selaku Wakamad Bidang Humas, yang selama ini dikenal aktif dalam penguatan karakter akhlak mulia dan budaya disiplin serta tertib di lingkungan madrasah.
Menurut beliau, penyempurnaan tata tertib ini bersumber dari hasil evaluasi terhadap praktik berpakaian siswa pada tahun pelajaran 2024/2025 yang lalu. Salah satu perubahan utama adalah terkait kewajiban siswa untuk mengenakan celana panjang longgar sebagai dalaman, bukan celana ketat atau legging, terutama di balik rok. Aturan ini diberlakukan demi menjaga etika berpakaian dan kenyamanan dalam beraktivitas.

"Kita ingin membentuk kebiasaan berpakaian yang tidak hanya sopan tetapi juga sehat dan aman untuk siswa. Penggunaan legging yang terlalu ketat tidak sesuai dengan semangat kesederhanaan dan kesopanan yang diajarkan dalam pesantren dan madrasah kita," tegas Bapak Annas.
Selain itu, warna sepatu siswa juga menjadi perhatian. Dalam tata tertib yang baru, siswa diwajibkan mengenakan sepatu berwarna hitam sebagai standar keseragaman dan kedisiplinan. Warna hitam dipilih karena dinilai netral, rapi, dan mudah dipadukan dengan seragam madrasah.
Perubahan ini mendapat tanggapan positif dari para wali kelas. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan dukungan agar ketegasan aturan ini disertai pendampingan yang persuasif bagi siswa yang masih belum terbiasa.
"Kita butuh sinergi antara aturan dan pendekatan emosional. Siswa perlu dibiasakan dengan penguatan nilai, bukan sekadar hukuman," ujar salah satu wali kelas 8 yang hadir.
Rapat ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya kolaborasi antara pimpinan madrasah dan wali kelas. Semua pihak sepakat bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Kesimpulan dari rapat ini menegaskan bahwa setiap wali kelas harus mampu menjadi fasilitator yang peka terhadap kebutuhan siswa, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pihak madrasah, siswa, dan wali santri.
Rapat ditutup dengan penegasan ulang bahwa keberhasilan sebuah kelas, baik dari sisi akademik maupun non-akademik, sangat bergantung pada kekuatan koordinasi internal antara wali kelas dan seluruh elemen madrasah.
Dengan semangat kebersamaan, rapat ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan di MTs 1 Putri Annuqayah secara menyeluruh, sesuai dengan moto madrasah: "Disiplin, Berakhlak, dan Berprestasi." (Ed. Amjun)
Berikan komentar anda